Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi di Sidang Tahunan MPR
![]() |
| Presiden Jokowi saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-77 RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa(16/8/2022). (FOTOGRAFER PRIBADI PRESIDEN/AGUS SUPARTO). |
Pak Joko Widodo mengawali pidatonya berkaitan dengan krisis yang sedanh melanda dunia. Bapak Jokowi juga mengatakan dunia menghadapi krisis.
Krisis yang dialami penjuru negeri, akibat pandemi Covid-19 yang telah merenggut kestabilan perekonomian dunia. Dan dengan masalah yang kembali muncul akibat perang di Rusia dan Ukraina, sehingga mengalami krisis pangan, energi, dan krisis keuangan yang tidak dapat terhindarkan lagi.
Pak Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memberikan janjinya bahwa APBN hanya menanggung 20 persen dari total pembangunan ibu kota baru (IKN) dan sisanya 80 persen dari swasta.
"Kawasan Inti Pusat Pemerintah (di IKN) memang dibangun oleh APBN, tetapi selebihnya 80 persen investasi swasta diundang untuk berpartisipasi," ungkapnya. Dengan ungkapan Presiden RI tersebut menjelaskan bahwa pemerintah akan mendorong investasi swasta dalam pembangunan IKN di Kalimantan Timur.
Pak Presiden Jokowi juga juga menyampaikan dalam pidatonya RUU KKR menjadi perhatian dan dalam proses pembahasan pihaknya dalam rangka penyelesaian kasus-kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat.
Pak Jokowi juga mengatakan bahwa Indonesia berada pada puncak global dan dapat meningkatkan kerja sama antar negara, karena kepercayaan kepada negara Indonesiapun meningkat akibat salah satu faktor yang menjadikan negara Indonesia sebagai jembatan antara perang Rusia dan Ukraina.
Penargetan tingkat angka kemiskinan Indonesia dapat lebih rendah dibandingkan realisasi per Maret 2022 yang tercatat sebesar 9,54 %.
Bapak Joko Widodo juga menyampaikan dalam pidatonya dengan pengelolaan fiskal yang kuat serta efektivitas dalam mendorong perkonomian dan memperbaiki kesejahteraan rakyat indonesia akan menekan angka kemiskinan dalam rentang 7,5 - 8,5 %.
Bapak Joko Widodo juga menyampaikan dalam pidatonya dengan pengelolaan fiskal yang kuat serta efektivitas dalam mendorong perkonomian dan memperbaiki kesejahteraan rakyat indonesia akan menekan angka kemiskinan dalam rentang 7,5 - 8,5 %.
Akhir kata Bapak Presiden Republik Indonesia Mengucapkan Terima Kasih.


Komentar
Posting Komentar